Kekhalifahan Abbasiyah
The Golden Age
Puncak budaya, sains, dan filsafat Islam di Baghdad.
Penemuan Budaya
Baitul Hikmah
Baitul Hikmah adalah pusat intelektual utama di Baghdad pada masa Kekhalifahan Abbasiyah. Didirikan oleh Khalifah Harun al-Rasyid dan diperluas oleh putranya al-Ma'mun, lembaga ini berfungsi sebagai perpustakaan besar, biro penerjemahan, dan akademi tempat para cendekiawan dari seluruh dunia berkumpul.
Para cendekiawan Muslim, Kristen, Yahudi, dan Zoroaster bekerja berdampingan untuk menerjemahkan karya-karya besar filsafat, matematika, astronomi, dan kedokteran Yunani, Persia, India, dan Tiongkok ke dalam bahasa Arab.
Pada puncak kejayaannya, Baitul Hikmah menyimpan ratusan ribu manuskrip dan menarik para pemikir terbaik zamannya, termasuk Al-Khawarizmi, Al-Kindi, dan Banu Musa bersaudara.

Baitul Hikmah
Tokoh Sejarah

Al-Khawarizmi
Seorang polimatik Persia yang menghasilkan karya-karya sangat berpengaruh dalam matematika, astronomi, dan geografi. Ia secara luas dianggap sebagai bapak aljabar, dan namanya menjadi asal kata 'algoritma'.

Harun al-Rasyid
Khalifah Abbasiyah kelima, yang pemerintahannya ditandai oleh kemakmuran ilmiah, budaya, dan agama. Seni dan musik Islam berkembang pesat selama masa pemerintahannya, yang kemudian menginspirasi kisah-kisah Seribu Satu Malam.

Al-Thabari
Salah satu cendekiawan, sejarawan, dan ahli tafsir Persia paling terkemuka pada Zaman Keemasan Islam. Ia terkenal karena kronik sejarah perangnya yang monumental, 'Sejarah Para Nabi dan Raja', dan tafsir Alqurannya yang komprehensif.

Al-Biruni
Cendekiawan dan astronom brilian yang dikenal karena studinya yang objektif tentang budaya India dan perhitungannya yang sangat akurat tentang jari-jari Bumi. Ia menulis lebih dari seratus karya yang mencakup astronomi, matematika, dan geografi.

Ibnu Sina (Avicenna)
Seorang polimatik dan dokter ternama yang karyanya 'Hukum Kedokteran' (Al-Qanun fi al-Tibb) menjadi rujukan medis standar di Eropa dan dunia Islam selama berabad-abad. Ia memberikan kontribusi mendalam pada filsafat, sastra, dan sains.

Al-Ghazali
Seorang filsuf, teolog, dan sufi berpengaruh yang karya-karyanya, seperti 'Kerancuan Para Filsuf' (Tahafut al-Falasifah) dan 'Menghidupkan Ilmu Agama' (Ihya Ulum ad-Din), sangat membentuk pemikiran Islam dengan mendamaikan teologi ortodoks dengan tasawuf.