Pendahuluan

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (1058–1111 M) adalah salah satu filsuf, teolog, dan mistikus Muslim paling berpengaruh. Karya-karyanya mendamaikan teologi Sunni ortodoks dengan tasawuf dan membentuk ulang pemikiran Islam selama berabad-abad.
Lahir di Tus (Iran modern), al-Ghazali naik menjadi cendekiawan paling terkemuka pada zamannya sebelum mengalami krisis spiritual mendalam.
Kehidupan Awal

Al-Ghazali lahir pada tahun 1058 M di Tus, sebuah kota besar di Khorasan. Menjadi yatim di usia muda, ia dan saudaranya dipercayakan kepada seorang sahabat Sufi ayah mereka.
Kecemerlangan intelektualnya segera terlihat, dan pada usia tiga puluh tiga tahun ia diangkat sebagai profesor utama di Nizamiyya di Baghdad — posisi akademis paling bergengsi di dunia Sunni.
Kontribusi

Karya al-Ghazali 'Tahafut al-Falasifa' (Kerancuan Para Filsuf) menantang klaim filsafat Aristotelian, berargumen bahwa para filsuf telah melampaui batas mereka.
Karya terbesarnya, 'Ihya Ulum al-Din' (Kebangkitan Ilmu-ilmu Agama), adalah panduan komprehensif tentang spiritualitas Islam yang menjembatani teologi, hukum, etika, dan tasawuf.
Warisan

Al-Ghazali sering disebut sebagai Muslim paling berpengaruh setelah Nabi Muhammad. Rekonsiliasi teologi ortodoks dengan spiritualitas Sufi menciptakan sintesis abadi yang mendefinisikan Islam Sunni arus utama hingga hari ini.
Penekanannya pada pengalaman spiritual pribadi di samping ketaatan agama formal terus bergema di kalangan Muslim di seluruh dunia.
