Al-Thabari

839 – 923 CE

Al-Thabari

01

Pendahuluan

Pendahuluan

Abu Ja'far Muhammad bin Jarir al-Tabari (839–923 M) adalah cendekiawan Persia yang menjadi salah satu sejarawan dan mufasir Al-Quran paling berpengaruh dalam peradaban Islam. Karya-karyanya dianggap sebagai teks dasar dalam keilmuan Islam.

Lahir di Amol, Tabaristan (Iran modern), ia melakukan perjalanan luas di seluruh dunia Islam mencari ilmu sebelum menetap di Baghdad.

02

Kehidupan Awal

Kehidupan Awal

Al-Tabari lahir pada tahun 839 M di kota Amol di wilayah pegunungan Tabaristan, selatan Laut Kaspia. Ia menghafal Al-Quran pada usia tujuh tahun dan mulai mempelajari hadis pada usia sembilan tahun.

Ia melakukan perjalanan ke Ray, Basra, Kufa, dan Mesir, belajar di bawah para cendekiawan terkemuka zamannya. Akhirnya ia menetap di Baghdad, ibu kota intelektual dunia Abbasiyah.

03

Kontribusi

Kontribusi

Dua karya agung al-Tabari adalah 'Tarikh al-Rusul wa'l-Muluk' (Sejarah Para Nabi dan Raja), sebuah sejarah dunia komprehensif dari penciptaan hingga zamannya, dan tafsir Al-Qurannya yang monumental (Tafsir al-Tabari).

Metode sejarahnya sangat sistematis — ia mengumpulkan dan mengorganisir rantai periwayatan (isnad) untuk setiap laporan, memungkinkan pembaca mengevaluasi keandalan berbagai riwayat.

04

Warisan

Warisan

Kronik sejarah al-Tabari adalah sumber tunggal terpenting untuk sejarah Islam awal. Hampir setiap sejarawan berikutnya mengambil dari karyanya.

Tafsir Al-Qurannya menetapkan standar untuk semua literatur tafsir selanjutnya. Warisannya bertahan dalam tradisi keilmuan luas yang ia bantu dirikan.